NADIKABAR.COM — Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution meminta agar Kepala Dinas Pendidikan Alexander Sinulingga mengecek jika ada anak yang ingin sekolah ke luar negeri. Bobby mewanti-wanti jangan sampai keabsahan dipertanyakan di masa mendatang, apalagi ketika jadi pejabat.
Hal itu disampaikan Bobby saat sambutan di acara pembukaan Teras Pelajar Sumut Berkah.
Bobby mengatakan hal itu jika ada murid yang ingin sekolah di luar negeri.
"Jika bekerjasama dengan yang ada di luar, kan bisa langsung sekolah ya, tolong dicek betul Pak, jangan nanti begitu mereka menjadi pejabat nggak diakui pula ijazahnya," kata Bobby Nasution, Jumat (23/10) dikutip dari NadiKabar.
Bobby menjelaskan jika sistem pendidikan di Indonesia dan luar negeri berbeda. Ia menganalogikan seperti kendaraan yang masih matic [persneling otomatis] dan manual.
Persoalan ijazah pejabat diketahui selama beberapa waktu terakhir erat dikaitkan dengan keluarga Bobby, yakni ayah mertuanya Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) dan kakak iparnya Wapres RI Gibran Rakabuming Raka.
Jika ayah mertuanya dipertanyakan soal ijazah selama menempuh pendidikan tinggi hingga perguruan tinggi di Indonesia, terbaru kakak iparnya dipertanyakan soal keabsahan syarat ijazah atau tingkat pendidikan minimal untuk ikut Pilpres 2024.
Dalam pertimbangan putusan MK yang dimohonkan Denny Indrayana dkk, dalam pembuktian di persidangan mahkamah mengaku tak dapat menemukan ijazah atau dokumen setara yang menyatakan Gibran lulus sekolah setara SMA di luar negeri. Hal itu pun mencuatkan dugaan munculnya pasal di PKPU yang diduga dilahirkan demi meluluskan keikutsertaan Gibran di Pilpres 2024.
Beberapa waktu lalu, menanggapi putusan MK, Bobby menantang pihak yang mempersoalkan ijazah SMA Gibran itu agar juga menyoal ijazah sarjananya.
"Kalau Pak Jokowi kan yang dipermasalahkan sarjananya. Nanti Mas Gibran dipermasalahkan SMA. Saran saya, sekalian saja dipermasalahkan sarjananya," ujar Bobby, Jumat (9/10).
Bobby menegaskan Gibran memiliki ijazah SMA yang menjadi dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di luar negeri dan Gibran menyelesaikan pendidikan sarjana tersebut.
"Ya, Mas Gibran setahu saya sarjana, ya," ucap dia.