NADIKABAR.COM — Meta memperkenalkan perangkat realitas virtual (Virtual Reality/VR), Meta VR Glasses, dengan konsep yang berbeda dari perangkat VR pada umumnya, yang memiliki bentuk yang lebih menyerupai kacamata dibandingkan headset tradisional dan hanya berbobot sekitar 100 gram.

Laman Gizchina, Kamis (24/9) waktu setempat melaporkan, bobot tersebut menjadi salah satu keunggulan utamanya. Meta memindahkan prosesor, baterai, dan penyimpanan ke perangkat terpisah berukuran saku yang disebut puck. Kacamata tersebut terhubung ke perangkat itu melalui kabel optik tipis.

Meta menyebut desain ini membuat kacamata tersebut sekitar lima kali lebih ringan dibandingkan Quest 3. Perusahaan ingin pengguna dapat mengenakannya untuk menonton film, bekerja, atau bermain gim dalam waktu lama tanpa terbebani bobot headset VR konvensional.

Meta VR Glasses menggunakan rangka berbahan paduan magnesium. Tidak ada tali besar atau komputer berat yang menempel di kepala pengguna.

Unit utama menampung layar, kamera, dan sensor, sementara perangkat puck menangani pemrosesan utama.

Puck tersebut memiliki bobot sekitar 300 gram. Perangkat ini juga dilengkapi chip Snapdragon Reality Elite, RAM 12 GB, dan penyimpanan 128 GB. Tersedia pula slot microSD yang mendukung tambahan penyimpanan hingga 1 TB.

Dengan demikian, keseluruhan sistem tentu bukan komputer berbobot 100 gram. Namun, memindahkan komponen berat dari wajah pengguna dapat memberikan perbedaan yang signifikan saat perangkat digunakan dalam waktu lama.

Konsep ini menjadi salah satu hal yang menarik dari perangkat baru tersebut.

Meta juga menghadirkan layar dengan spesifikasi tinggi. VR Glasses menggunakan dua panel micro-OLED dengan resolusi 2.412 × 2.288 piksel untuk setiap mata. Layar tersebut memiliki refresh rate hingga 120 Hz dan kepadatan 37 piksel per derajat.

Spesifikasi tersebut seharusnya membuat teks terlihat jauh lebih tajam dibandingkan banyak headset VR generasi lama. Layarnya juga mendukung HDR dan Dolby Vision.

Meta menggunakan lensa pancake khusus yang dirancang untuk perangkat dengan bentuk ringkas tersebut. Namun, ada kompromi pada bidang pandang.

Bidang pandangnya sekitar 70 derajat secara horizontal dan 66 derajat secara vertikal. Angka tersebut jauh lebih sempit dibandingkan Quest 3.

Dengan begitu, desain yang lebih kecil memiliki konsekuensi tersendiri. Pengguna mendapatkan perangkat yang jauh lebih ringan, tetapi tidak memperoleh bidang pandang VR seluas headset tradisional.

Perangkat VR pertama dengan IMAX Enhanced

Ini menjadi salah satu bagian penting dari peluncuran Meta VR Glasses. Perangkat tersebut merupakan perangkat VR pertama yang mendapatkan sertifikasi IMAX Enhanced.

Meta memanfaatkan teknologi tersebut untuk menjadikan kacamata ini sebagai bioskop pribadi. Pengguna dapat menonton film tertentu dalam format 3D dan, untuk konten yang mendukung, menggunakan rasio aspek IMAX yang lebih lebar.

Meta juga mengatakan Disney+ akan menyediakan sejumlah film 3D pilihan di platform tersebut. Layanan lain seperti Prime Video, YouTube, ESPN, Plex, dan Crunchyroll juga akan ditambahkan ke platform.

Di sinilah desain berbobot 100 gram tersebut menjadi semakin relevan. Mengenakan headset VR berat selama 20 menit untuk demonstrasi merupakan hal yang berbeda dengan menggunakannya sepanjang durasi sebuah film.

Jika Meta dapat membuat kacamata ini cukup nyaman untuk digunakan selama dua jam, konsep bioskop pribadi tersebut dapat menjadi salah satu fungsi terkuat perangkat ini.

Meta juga mengandalkan pengoperasian tanpa tangan. Kacamata ini dapat melacak pergerakan mata dan tangan sehingga pengguna dapat membuka aplikasi, mengendalikan konten, serta menavigasi antarmuka tanpa memegang kontroler.

Asisten Meta AI juga terintegrasi langsung ke dalam sistem operasi. Pengguna dapat mengendalikan kacamata melalui perintah suara, gerakan mata, dan gestur tangan.

Meta mengatakan sistem tersebut dapat membuka aplikasi, memutar konten, mengubah ruang kerja, dan menjawab pertanyaan.

Ada pula fitur baru bernama Hologram untuk panggilan video. Fitur ini dapat membuat versi digital pengguna yang lebih realistis, lengkap dengan ekspresi wajah dan audio spasial.

Meta VR Glasses akan dijual dengan harga 1.299,99 dolar AS di Amerika Serikat (sekitar Rp23 juta). Perusahaan berencana meluncurkannya pada musim semi 2027. Meta belum mengumumkan harga final untuk seluruh pasar.

Penerjemah: Pamela Sakina