"Padahal sudah sama, ada harapan. Babak pertama tuh lini tengahnya ya, kelihatan kosong banget. Pas babak kedua masuk Dedi sama Menalo, agak mulai ada perubahan tapi kurang beruntung aja di menit terakhir," ucapnya.
Kekecewaan serupa dirasakan Dendi. Ia sempat melihat peluang Persib untuk membawa pulang hasil positif ketika Balsa menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
"Jadi ada harapan pas satu-satu, eh menit-menit akhir kecolongan. Bener. Siap mudah-mudahan sih bisa jadi kita balas di Bandung," ujarnya.
Kekalahan di menit akhir juga membuat Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, kecewa. Menurutnya, Persib sebenarnya masih memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki keadaan karena kompetisi baru memasuki awal musim.
"Aduh, menit akhir menyakitkan ya. Cuman ya ini masih game kedua, mudah-mudahan Persib berbenah. Masih ada 32 pertandingan lagi. Jadikan ini pelajaran. Balas di Bandung nanti dan pertandingan berikutnya harus jangan kecolongan lagi," tutur Tobias.
Tobias juga berharap Persib segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya di ajang AFC Champions League Two menghadapi FC Seoul di Korea Selatan pada 16 September 2026 nanti.
"Berikutnya di Asia lawan Korea harus curi poin buat mengobati perasaan Bobotoh atas kekalahan ini. Mudah-mudahan terobati di Korea nanti," harapnya.
Dari sisi permainan, Tobias menilai Persib belum mampu berkembang maksimal pada babak pertama. Perubahan baru terlihat setelah sejumlah pergantian pemain dilakukan.