"Akhirnya pihak sekolah meminta bantuan ke petugas damkar. Kebetulan lokasinya dekat, sehingga tidak butuh waktu lama untuk ke sekolah itu," jelasnya.

Dari asesmen awal, petugas berencana mengeluarkan kepala MA tanpa mengunakan peralatan. Namun, hal itu sulit dilakukan karena kondisi siswa panik dan menangis.

"Akhirnya anggota memotong pipa besi itu dengan alat potong hidraulik," imbuhnya.