Karya Seni yang Dikembangkan Lebih Lanjut Existence in the Flow Creates Vortices

Pusaran terbentuk di belakang pengunjung saat mereka mendaki melawan arus.

Meskipun tampak stabil, pusaran itu terus bergerak dan membesar seperti bentuk kehidupan yang kuat. Meskipun keberadaan pusaran tetap terjaga, partikel-partikel air yang membentuknya terus berubah dari waktu ke waktu. Pusaran yang terlihat saat ini terbentuk dari air yang sepenuhnya berbeda dari air yang membentuk pusaran yang sama beberapa menit sebelumnya. Tidak seperti batu, pusaran tidak dapat mempertahankan struktur yang stabil dengan sendirinya. Sebaliknya, pusaran terbentuk dan tetap terjaga karena energi air yang terus mengalir masuk dan keluar. Pusaran tampak seperti suatu bentuk kehidupan karena kehidupan juga menyerap energi dan materi dari luar, lalu melepaskannya kembali, sehingga strukturnya yang teratur tetap terjaga di dalam aliran tersebut. Kehidupan adalah pusaran ajaib yang timbul dari aliran energi dalam dunia yang berkesinambungan.

Air digambarkan sebagai suatu kontinum berisi partikel air yang tak terhitung jumlahnya, dan interaksi antar partikel dihitung untuk menghasilkan simulasi tiga dimensi pergerakannya. Pusarannya membentuk garis dari jejak partikel-partikel ini. Kumpulan garis tiga dimensi tersebut kemudian dipotong dengan menggunakan konsep yang disebut teamLab sebagai Ultrasubjective Space. Berbeda dengan ruang yang dibentuk melalui lensa atau perspektif, atau yang dibatasi olehnya, Ultrasubjective Space tidak menetapkan sudut pandang pengunjung sehingga membebaskan tubuh mereka. Lantai dan dinding tempat pusaran terlihat tidak menjadi pembatas antara pengunjung dan karya seni, sehingga ruang karya seni menyatu secara berkesinambungan dengan ruang di mana tubuh pengunjung berada.

Karya seni ini berdasarkan pada karya sebelumnya yang menampilkan air terjun alami di pegunungan Shikoku, Waterfall of Light Particles - Deep in the Mountains of Shikoku (2016-2017).

Cahaya hanya dipantulkan oleh partikel air yang membentuk air terjun tersebut. Partikel-partikel yang berkilauan mengalir turun, menciptakan air terjun yang terdiri dari partikel cahaya. Cahaya dari air terjun berkilauan itu menerangi area di sekitarnya. Dalam kegelapan, partikel-partikel berkilauan meninggalkan jejak cahaya yang seolah membentuk garis-garis di ruang. Perpaduan jejak cahaya yang tertinggal ini melahirkan air terjun cahaya.

With Your Entire Body, Immerse, Perceive, Become One with the Art (Dengan Seluruh Tubuh, Benamkan Diri, Resapi, dan Menyatu Dengan Karya Seni)

teamLab Planets adalah museum di mana Anda berjalan melintasi air, karya ciptaa kelompok seni teamLab.