Konsep bom terbang ini awalnya telah dirancang sejak tahun 1935, namun pengembangannya berjalan lambat akibat kendala desain dan prioritas yang rendah dari pimpinan militer. Pesanan produksi massal pertama baru dikeluarkan pada Juni 1942. Secara keseluruhan, Jerman memproduksi setidaknya 29.000 unit V1 selama perang berlangsung.

V1 mengandalkan mesin pulsejet dengan katup pegas (flap-valve springs) di kisi jalurnya yang menghasilkan getaran keras dan dentuman suara khas. Julukannya "buzz-bomb" karena suara dentumannya.

Penerbangan V1 dikendalikan secara otomatis menggunakan giroskop untuk mengatur kemudi (rudder dan elevator). Baling-baling kecil di bagian hidung (air log) berfungsi mengukur jarak tempuh pra-setel hingga memicu bom untuk menukik atau meluncur turun. Sistem navigasi ini tergolong kasar sehingga V1 tidak memiliki akurasi yang tinggi.