Diterima di banyak kampus bukan berarti menyepelekan pilihan yang ditargetkan. Justru, Clarissa mengajak calon mahasiswa agar menetapkan alasan mengapa daftar ke kampus tertentu.
Meski diterima di banyak universitas papan atas dunia, Clarissa memilih UC San Diego (UCSD) di California bukan tanpa alasan. Tips darinya adalah memilih kampus yang mendukung tujuan jangka panjang (career goal).
"Aku pilih UCSD karena sangat bagus di bidang robotik. Selain itu, lokasinya di California dekat dengan San Francisco yang memiliki start up culture sangat tinggi. Itulah kenapa aku pilih di sini," jelas Clarissa yang kini juga sukses membangun start up Clean AI Labs di Silicon Valley.
Terakhir, Clarissa berpesan agar pelajar Indonesia berani mempromosikan diri. Selama kuliah di AS, ia belajar bahwa personal branding sangatlah krusial.
Menurutnya, portofolio bukan hanya sekadar daftar prestasi di atas kertas, tetapi cara menceritakan siapa seseorang dan apa dampak yang ia berikan.