NADIKABAR.COM β Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pastikan investasi pusat data diiringi dengan pembangunan instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk menunjang kebutuhan dasar di kawasan industri pusat data khususnya di Kabil dan Nongsa.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan setiap investasi data center (pusat data) wajib membangun instalasi SWRO atau desalinasi air laut untuk kebutuhan operasionalnya.
βKita ingin investasi tumbuh, tetapi kebutuhan pendukungnya juga harus dipikirkan. Karena itu, untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita dorong mereka memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO,β katanya di Batam, Kamis.
Dari 10 rencana pengembangan pusat data, tercatat satu telah beroperasi dan menyambut baik harapan pemerintah untuk pembangunan SWRO secara mandiri. Diikuti dengan pusat data lainnya yang juga akan mengembangkan skema tersebut.
Kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen pemenuhan kebutuhan air dalam investasi data center di Batam yang harus sejalan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Artinya, pemenuhan kebutuhan air bagi data center akan dipenuhi dengan pembangunan SWRO secara mandiri, tanpa mengganggu suplai air waduk bagi masyarakat Kota Batam.
Ia menjelaskan, dengan instalasi SWRO, dalam dua hingga tiga tahun mendatang Batam diproyeksi akan memiliki peningkatan kapasitas produksi air sekitar 750 liter per detik pada tahap awal dan terus meningkat pada tahap berikutnya mencapai sekitar 1.000 liter per detik melalui pembangunan SWRO di dua kawasan yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa dan Kawasan industri Kabil.
βIni betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa mengganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan.β ujarnya.
Keberadaan instalasi SWRO nantinya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebutuhan industri, serta membuka peluang menjaga ketahanan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga.
Apabila kapasitas air hasil pengolahan nantinya melebihi kebutuhan operasional pusat data, kelebihan kapasitas tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
Namun, pemanfaatannya tetap akan memperhatikan beberapa aspek, antara lain kapasitas produksi, kualitas air hasil pengolahan dan kesiapan jaringan distribusi.
Amsakar berharap, pendekatan tersebut dapat menjadi upaya strategis dalam mencari sumber air baru seiring meningkatnya kebutuhan Batam sebagai kawasan investasi dan perkotaan.
βJadi bukan hanya industrinya yang kita pikirkan. Kita juga melihat bagaimana investasi ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Kalau kapasitasnya memungkinkan dan infrastrukturnya siap, tentu ada peluang untuk dimanfaatkan bagi masyarakat,β serunya.
Keberadaan pusat data merupakan salah satu sektor strategis untuk memperkuat struktur ekonomi digital Batam di masa depan, dengan memicu pertumbuhan sektor konstruksi, tenaga kerja profesional dan sektor pendukung lainnya.