Wahyu menjelaskan monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan penyelesaian pembangunan sarana fisik hingga 100 persen sekaligus mengevaluasi kesiapan pengelolaan koperasi agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, pihaknya bersama unsur terkait memeriksa dua aspek utama, yakni kesiapan infrastruktur fisik yang mencakup bangunan dan fasilitas penunjang, serta kesiapan sistem manajemen operasional.

Menurutnya, pembangunan koperasi tidak cukup hanya diselesaikan secara fisik.