"Program MBG memiliki dasar pemikiran untuk memutus persoalan kekurangan gizi yang dapat memengaruhi masa depan anak-anak. Karena itu, pelaksanaannya perlu terus diperbaiki agar tujuan program dapat tercapai," ujarnya.
Ia mengungkapkan evaluasi terhadap pelaksanaan program tetap diperlukan, mengingat MBG masih tergolong baru sehingga membutuhkan penyempurnaan secara berkelanjutan.
Ia mengingatkan evaluasi tersebut perlu dibedakan dari tujuan dasar program yang dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak yang keluarganya memiliki keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
Selain pemenuhan gizi, pemerintah juga berupaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berbasis asrama (boarding school) dari tingkat SD hingga SMA yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial (Kemensos).
Ia menjelaskan Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi masyarakat pada kelompok desil 1 dan 2, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah agar anak-anak mereka memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.