βKarena memang dirancang menjadi pemimpin, tidak cukup orang itu hanya pintar, tetapi juga perlu memiliki karakter yang baik,β kata Tedi.
Untuk mewujudkan target tersebut, BP BUMN menggandeng TNI untuk mendidik para calon pemimpin yang bertujuan untuk membentuk disiplin dan jiwa kepemimpinan. Setelah itu, mereka dididik di Danantara Corporate University.
Berbagai upaya tersebut dilakukan dengan harapan para calon pemimpin dapat mengambil keputusan yang tepat di tengah gempuran akal imitasi (AI), suara sintetis (synthetic voice), dan lain-lain.
βKami sengaja mendidik anak-anak itu pada simulasi kondisi di mana anak ini dihadapkan dengan berbagai situasi. Situasi yang menuntut mereka untuk membuat keputusan bisnis dengan teknologi yang membuat kita harus lebih mawas diri,β kata Tedi.