Selain sektor pertanian, kata Bahron, bencana ini juga membuat material longsor menutupi badan jalan Kutacane - Blangkejeren, sehingga menghambat arus lalu lintas dari kedua arah dan menimbulkan kemacetan panjang.
Kemudian, intake sumber air bersih SPAM Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara hanyut tergerus air banjir. Bahkan, gudang logistik BPBD dan fasilitas SMPIT Al Khansa ikut tergenang.
Untuk korban yang terdampak banjir ini sebanyak 783 Kepala Keluarga (KK) atau 2.787 jiwa. Tidak ada pengungsi dan korban jiwa dalam musibah ini.
Bahron menuturkan, adapun langkah penanganan darurat yang dilakukan sejauh ini yaitu mengerahkan anggota tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan ke lokasi.