NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan banjir yang melanda Kota Subulussalam, Aceh, berdampak terhadap 1.985 kepala keluarga (KK).
"Warga terdampak banjir sebanyak 1.985 KK, untuk jumlah jiwa masih dalam pendataan, sementara ini yang mengungsi hanya tiga KK di Desa Sibuasan, dan tidak ada korban jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti dalam laporannya, di Banda Aceh, Rabu (28/10) malam.
BPBA melaporkan, Kota Subulussalam terendam akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah setempat sejak pekan lalu, Sabtu (24/10).
Kondisi tersebut membuat air Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit meluap hingga ke permukiman penduduk di Kecamatan Sultan Daulat dan Kecamatan Rundeng.
"Adapun wilayah yang terdampak di antaranya tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat dan 18 desa di Kecamatan Rundeng," ujarnya.
Musibah banjir ini, kata Bahron, juga berdampak terhadap material bangunan, yaitu merendam sebanyak 2.013 unit rumah, jalan desa, lahan perkebunan dan pertanian, sekolah, serta tempat ibadah.
"Hingga kini, wilayah tersebut masih digenangi banjir, airnya dilaporkan belum surut," kata Bahron Bakti.
Sementara ini, upaya BPBD Kota Subulussalam saat ini melakukan kajian cepat, mengerahkan anggota TRC ke lokasi untuk melakukan evaluasi dan pendataan serta langkah monitoring lainnya.