Sebanyak 51.854 ekor di antaranya merupakan komoditas unggulan favorit masyarakat seperti Nila JICA, Patin Pustina, dan Lele Sangkuriang, sedangkan 1.250 ekor sisanya merupakan calon induk ikan lokal seperti Gurami, Jelawat, dan Baung.

​Dari total produksi calon induk unggul tersebut, sebesar 68,20 persen diserap melalui pembelian mandiri oleh masyarakat dan 31,80 persen disalurkan melalui program bantuan pemerintah.

​Bantuan calon induk yang disalurkan meliputi Nila JICA sebanyak 11.650 ekor (68,96 persen), Lele Sangkuriang 3.555 ekor (21,04 persen), Patin Pustina 1.290 ekor (7,64 persen), dan ikan spesifik lokal 400 ekor (2,36 persen).

Ia menjelaskan, seluruh bantuan benih sebar maupun calon induk unggul tersebut didistribusikan kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), kelompok masyarakat, serta UPTD yang tersebar di sembilan provinsi, baik di Sumatera maupun luar Sumatera, seperti Jambi, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Selatan, hingga Bali.

Lanjut dia, memasuki tahun 2026 hingga September, balai ini mencatatkan produksi benih mencapai 7.485.000 ekor.

Dari pencapaian itu, sebanyak 1,10 juta ekor merupakan benih sebar yang dibeli mandiri oleh masyarakat, sedangkan 6,37 juta ekor disalurkan sebagai bantuan ke berbagai wilayah seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung.

​Bantuan benih pada 2026 terdiri atas Lele Sangkuriang sebanyak 2,13 juta ekor (33,46 persen), Patin Pustina 1,22 juta ekor (19,25 persen), Nila JICA 1,20 juta ekor (18,89 persen), serta ikan spesifik lokal mencapai 1,81 juta ekor (28,4 persen).