NADIKABAR.COM — Dua orang meninggal dunia yakni Imron Rosadi (40) dan anaknya Hilya (9) karena rumah yang ditempati tertimpa tanah longsor di Desa Tamanayu, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu.
"Terjadi bencana alam tanah longsor yang menimpa rumah milik Imron Rosadi yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia akibat timbunan longsor dampak dari curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Pronojiwo," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho, Sabtu.
Menurut dia, wilayah Desa Tamanayu di Kecamatan Pronojiwo diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras pada Jumat (30/10) siang sampai Sabtu dini hari.
"Pada pukul 02.10 WIB dikabarkan terjadi bencana alam tanah longsor yang menimpa rumah Imron Rosadi, namun warga sekitar belum berani menuju lokasi kejadian untuk memberi pertolongan karena hujan yang mengguyur masih deras, kabut tebal, dan listrik padam," tuturnya.
Setelah cuaca hujan di wilayah Desa Tamanayu mulai reda pada pukul 04.30 WIB, warga mulai datang ke lokasi kejadian untuk mengecek kondisi tanah longsor dan ditemukan dua orang dalam kondisi meninggal yakni Imron dan anaknya Hilya akibat tertimpa material longsor.
"Pada pukul 05.00 WIB warga melaporkan kejadian tersebut ke aparat keamanan dan ke pihak desa, kemudian berusaha melakukan evakuasi korban. Kedua korban dibawa ke rumah orang tuanya di Dusun Manggisan, Desa Tamanayu, untuk dilanjutkan prosesi pemakaman di kampung orang tua korban," katanya.
Ia menjelaskan aparat keamanan dan pihak desa dibantu warga sekitar rumah korban gotong royong melakukan pembersihan material longsor, karena longsor tersebut menyebabkan kerusakan rumah korban di bagian dapur, kamar mandi, kamar belakang, dan gudang.
"Pagar rumah milik Soleman runtuh menimpa rumah korban Imron Rosadi, sedangkan longsor juga menyebabkan kerusakan bagian dapur hingga tertimbun tanah longsor milik Wardi, yang juga tetangga korban," ujarnya.
Tanah longsor yang menimpa rumah korban akibat curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama di wilayah Kecamatan Pronojiwo dan rumah korban berada di bawah tebing yang di atasnya juga terdapat rumah milik Soleman.
"Diperkirakan panjang titik longsor sekitar 8 meter dengan ketinggian 10 meter yang menimpa bangunan dapur, kamar belakang, kamar mandi rumah korban," katanya.
Isnugroho mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana longsor, karena sebagian permukiman warga di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu berada di sebelah tebing yang cukup tinggi sehingga rawan terjadi longsor.