Menurut dia, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada bangunan lantai dua dan tiga, mebel kayu, serta sejumlah barang lainnya.
Kerugian akibat kebakaran tersebut untuk sementara ditaksir sekitar Rp50 juta.
BPBD Kudus menduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Proses pemadaman juga menghadapi sejumlah kendala karena bangunan bertingkat, terdapat banyak bahan mudah terbakar, serta kondisi ruangan yang dipenuhi asap.
"Selain itu, banyak warga yang menonton sehingga juga menjadi kendala dalam penanganan," katanya.
Ia berharap masyarakat memastikan jaringan listrik maupun alat-alat kelistrikan yang digunakan sesuai spesifikasi yang dipersyaratkan.