Menurut dia, puncak curah hujan diprediksi terjadi pada Februari 2027.

"Sejumlah wilayah yang masih menjadi lokasi rawan banjir, antara lain Rawa Buaya dan Tegal Alur di Jakarta Barat serta Cawang, Kampung Melayu, dan Cililitan di Jakarta Timur," papar Marulitua.

Selain menyiapkan lokasi penampungan, BPBD DKI juga mengedepankan upaya mitigasi melalui sosialisasi kepada masyarakat dan gerakan kebersihan lingkungan, khususnya pengurasan saluran air.

Marulitua mengatakan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menekankan pentingnya mitigasi dampak banjir melalui pembenahan infrastruktur pengendalian banjir oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta serta koordinasi dengan wali kota, camat, dan lurah untuk melaksanakan gerakan kebersihan di lingkungan masing-masing.