NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah - Pemadam Kebakaran (BPBD PK) Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten mengimbau masyarakat pesisir di daerah itu mewaspadai status Gunung Anak Krakatau (GAK) Siaga Level III.
"Kami minta masyarakat pesisir tidak mendekati kawasan GAK guna menghindari kecelakaan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD PK Pandeglang Acep Firmansyah di Pandeglang, Minggu.
Pemerintah daerah sudah menyampaikan peringatan kewaspadaan GAK kepada masyarakat, aparatur kecamatan, desa, wisatawan, pendaki hingga jurnalis.
Berdasarkan pemantauan, situasi pesisir pantai Pandeglang relatif aman, sedangkan masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh adanya peningkatan erupsi GAK.
Karena itu, masyarakat meningkat kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
Saat ini, status GAK masih Siaga Level III dan tidak boleh mendekati kawasan gunung.
Begitu juga masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.
"Kami minta nelayan, wisatawan, dan warga agar tidak mendekati kawasan GAK, karena khawatir terdampak bebatuan pijar. Petugas merekomendasikan radius 5 km dari gunung," katanya.
Sejumlah pedagang di Pantai Carita Pandeglang mengaku mereka pedagang di sepanjang jalan menuju Pantai Anyer tetap melaksanakan aktivitas secara normal karena sudah terbiasa dengan peningkatan erupsi GAK.
"Kami tetap tenang, namun tetap waspada adanya aktivitas GAK," kata Ujang, warga Carita Pandeglang.