β€œSaat ini, produk oleokimia hampir 70 persen memenuhi pangsa pasar ekspor dan 30 persen dipakai untuk kebutuhan dalam negeri. Kontribusinya bagi devisa ekspor mencapai 5 miliar sampai 6 miliar dolar per tahun," katanya.

Sedangkan Prof. Dr. Susinggih Wijana Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya, menyebutkan produk samping dari sawit seperti limbahnya menjadi peluang bagi UKM untuk dapat diolah kembali, sebab, pemanfaatan limbah sawit juga bagian dari ekonomi sirkular atau circular economy.

Dia mencontohkan UMKM dapat memanfaatkan limbah sawit untuk bahan baku pakan ternak mulai dari produksi sampai pendistribusian. Selain itu, pelaku UKM dapat menghasilkan produk sabun skala produksi kecil sampai menengah dengan bahan baku dari turunan sawit.

Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia Qayuum Amri mengatakan media dan pelaku UMKM dapat bekerjasama dalam memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat kelapa sawit.

β€œHarapan kami, kita bisa saling mendukung dan tumbuh bersama, baik pelaku UMKM maupun teman-teman media," ujarnya.