NADIKABAR.COM — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memantau ketersediaan dan distribusi BBM jenis minyak tanah di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, menyampaikan pemantauan dilakukan untuk melihat kelancaran pasokan sekaligus memastikan pelayanan energi bagi masyarakat berjalan sesuai ketentuan.

Kegiatan pengawasan BPH Migas tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI di wilayah NTT.

Menurut Wahyudi, ketersediaan BBM pascabencana gempa di Flores secara umum telah berjalan dengan baik, yang dipasok dari Fuel Terminal Labuan Bajo dan Fuel Terminal Reo.

Untuk pasokan minyak tanah dari Fuel Terminal Reo ke wilayah Manggarai Barat juga berjalan dengan lancar.

Salah satunya melalui Agen Minyak Tanah Wardun Perkasa Jaya, yang memasok ke Pangkalan Wae Mbuka dengan rata-rata penyaluran sekitar 800 hingga 900 liter setiap tiga hari sekali.

"Dengan skema ini, stok minyak tanah di pangkalan selalu terjaga dan aman, sehingga kebutuhan memasak rumah tangga warga untuk jangka waktu 3-4 hari ke depan dapat terpenuhi dengan baik," katanya menambahkan saat kunjungan kerjanya dalam rangka kegiatan pengawasan di Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (18/9).

Pangkalan Minyak Tanah Wae Mbuka melayani kebutuhan bagi sekitar 150 kepala keluarga.

Untuk memudahkan pelayanan, pangkalan menerapkan sistem antrean berbasis jeriken.