NADIKABAR.COM — BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun selama satu dekade untuk membiayai 172,3 juta kasus penyakit jantung, dan setiap tahun, pembiayaan untuk sakit jantung meningkat.

"Tahun 2015, ada 4,6 juta kasus penyakit jantung yang ditanggung BPJS Kesehatan dengan biaya sebesar Rp4,4 triliun. Angka tersebut terus bergerak naik hingga pada tahun 2025 jumlahnya mencapai 29,8 juta kasus dan menyedot biaya BPJS Kesehatan hingga Rp17,4 triliun,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah di Jakarta, Selasa.

Memperingati Hari Jantung Sedunia, Rizzky pun mengimbau masyarakat untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat selagi masih ada waktu. Terlebih, penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya yang dulu diidentikkan dengan lansia, kini semakin banyak menyerang orang-orang berusia produktif.

Dia menjelaskan, penyakit jantung menempati penyakit kronis dengan biaya termahal yang dijamin BPJS Kesehatan.

Jika dibandingkan dengan penyakit-penyakit kronis lain seperti gagal ginjal, stroke, atau kanker, penyakit jantung merupakan penyakit yang paling besar menghabiskan biaya BPJS Kesehatan. Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.