β€œPelajar hari ini adalah bagian dari masyarakat yang akan menentukan keberlanjutan sistem jaminan sosial di masa depan. Karena itu, mereka perlu memiliki pemahaman yang baik sejak sekarang dan mampu membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujar Vetty.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat memandang bahwa edukasi kepada generasi muda penting dilakukan karena keberlanjutan JKN juga bergantung pada masyarakat yang memahami program dengan benar.

Konsistensi penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat yang dilakukan BPJS Kesehatan selama tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa literasi jaminan sosial dapat dibangun dengan cara yang dekat dengan generasi muda, sekaligus melatih mereka untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap informasi.

β€œJKN hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan kesehatan. Namun, kekuatan program ini juga ditentukan oleh pemahaman publik terhadap nilai yang menopangnya. Karena itu, sekolah dan perguruan tinggi mempunyai posisi penting sebagai mitra edukasi agar generasi muda tidak hanya mengenal JKN, tetapi juga mampu menyampaikan informasi yang benar dan memahami tanggung jawab bersama dalam menjaganya,” katanya.

Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional, Mahesa Paranadipa Maykel menilai kegiatan lomba cerdas cermat ini ingin menciptakan generasi yang paham jaminan sosial. Menurutnya, selama ini masyarakat mungkin mengenal JKN hanya dari kartu peserta, aplikasi, atau layanan di fasilitas kesehatan.

Dibalik Program JKN terdapat prinsip gotong royong, dimana seluruh pihak dalam ekosistem JKN bersama-sama menjaga keberlangsungan program. Dengan prinsip tersebut, peserta dapat memperoleh perlindungan ketika menghadapi risiko kesehatan yang tidak selalu dapat dihadapi sendiri.