NADIKABAR.COM — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjalin kerja sama dengan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk memperkuat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui ranah pendidikan tinggi.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja sama tentang Penyelenggaraan Caturdarma Perguruan Tinggi dan Optimalisasi Program JKN antara BPJS Kesehatan dan PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Kamis.

"Penguatan Program JKN membutuhkan kolaborasi yang melibatkan berbagai unsur termasuk dunia pendidikan sebagai pusat lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi, dan sumber daya manusia yang unggul," kata Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari setelah penandatanganan.

Menurut dia, BPJS Kesehatan dan perguruan tinggi Muhammadiyah akan memperkuat Caturdarma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dakwah Islam, sekaligus memperluas kolaborasi dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

"Wujudnya bisa dituangkan dalam berbagai program yang ada di perguruan tinggi dan memberikan manfaat nyata. Misalnya, program magang bagi mahasiswa, penelitian bersama, kuliah umum, pengembangan kurikulum hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan bentuk kerja sama akademik lainnya," katanya.

Dia mengatakan ketika mahasiswa memahami filosofi, tata kelola, dan manfaat sistem jaminan kesehatan secara komprehensif, mereka tidak hanya menjadi peserta JKN, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pemahaman itu kepada masyarakat.

"Perguruan tinggi memiliki peran strategis terhadap penguatan Program JKN dalam jangka panjang. Tidak hanya melahirkan lulusan terampil, namun menjadi pusat pendidikan, sehingga generasi muda memiliki pemahaman terhadap jaminan kesehatan secara utuh dan menyeluruh," katanya.

Pihaknya berharap melalui kerja sama tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual, tetapi juga memahami langsung bagaimana Program JKN berperan dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah Bambang Setiaji mengatakan masuknya materi tentang Program JKN diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap jalannya pendidikan di perguruan tinggi yang bernaung dalam Muhammadiyah.

"Majelis ini mengkoordinasi 165 perguruan tinggi, ada satu yang berada di Malaysia, sehingga 164 ada di dalam negeri. Dengan kerja sama ini kami berharap dapat menguatkan kedua belah pihak dan menjadi barokah untuk semua," katanya.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyaraka,t Andie Megantara mengatakan kerja sama ini begitu vital, karena dapat menjangkau 165 perguruan tinggi sekaligus.

Menurut dia, proses edukasi literasi dan perubahan mindset sangat tepat apabila dilakukan di lingkungan perguruan tinggi.

"Kita bisa membangun banyak hal bersama-sama, mulai dari edukasi dan penguatan literasi jaminan sosial. Jaminan kesehatan itu penting agar ketika sakit kita punya perlindungan dan terhindar dari risiko ekonomi," katanya.