NADIKABAR.COM — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk saling berkolaborasi memperluas cakupan dan keaktifan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), mengingat peran ulama sangat penting saat berceramah mengingatkan masyarakat atas perlindungan Kesehatan.

"Bagi kami, mengajak kolaborasi MUI dan khususnya dai-daiyah agar bisa membantu mensyiarkan mengenai JKN, mengenai kepesertaan, mengenai hal-hal yang selama ini mungkin di masyarakat masih tidak klir (belum jelas)," ujar Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto, di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu.

Kegiatan bertajuk Tasbih JKN kelima tersebut diselenggarakan di Hyatt Place Makassar, kata dia, menghadirkan Pengurus MUI Sulsel, termasuk para ulama, dai dan daiyah yang diharapkan membantu BPJS Kesehatan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya JKN, dan kepesertaan BPJS Kesehatan aktif.

"Ini terus kita tingkatkan di seluruh wilayah yang membutuhkan pemahaman lebih lanjut mengenai program JKN, daerah terluar, juga daerah 3T, daerah-daerah yang pinggiran barangkali masih kurang memahami program JKN," ujarnya kepada wartawan.

Ia menjelaskan program Tasbih JKN kolaborasi sinergi bersama MUI melalui ulama beserta dai-daiyahnya dibekali pengetahuan agar menyampaikan ceramahnya pada setiap kesempatan, termasuk di hari Jumat bahwa terdaftar di BPJS Kesehatan penting karena sifatnya gotong royong.