NADIKABAR.COM — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Prodi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga mengadakan sosialisasi "Haji Muda dan Program Dai Sejuta Mimbar", salah satunya untuk mengajak generasi muda merencanakan keuangan untuk mempersiapkan ibadah haji.

"Perencanaan haji perlu dipandang sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan kesadaran, literasi dan perencanaan keuangan," kata Deputi Bidang Penghimpunan BPKH, Juni Supriyanto pada sosialisasi tersebut di Yogyakarta, Selasa.

Kegiatan yang mengusung tema "Program Sejuta Mimbar: Generasi Muda sebagai Penerus Dakwah Berbasis Platform Digital" tersebut diikuti sekitar 200 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga.

Menurut dia, kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya perencanaan ibadah haji sejak usia muda, sekaligus mengenal peluang keterlibatan generasi muda dalam ekosistem dakwah digital.

Melalui kegiatan tersebut, BPKH juga mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi digital, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Karena itu, generasi muda perlu memperoleh informasi yang memadai sejak dini agar dapat mengambil langkah sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing," katanya.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Erika Setyanti Kusumaputri mengatakan para mahasiswa harus diberikan semangat untuk mulai memikirkan dan mempersiapkan keuangan sejak dini untuk ibadah haji.

"Generasi muda saat ini perlu untuk mulai memikirkan bagaimana bisa membangun kebiasaan menabung dan melakukan perencanaan keuangan sejak usia muda, sehingga cita-cita untuk menunaikan ibadah haji dapat dipersiapkan secara lebih matang," katanya.

Pada kegiatan tersebut juga diadakan diskusi membahas berbagai perspektif mengenai generasi muda, literasi keuangan, kreativitas, serta pemanfaatan platform digital untuk mengembangkan dakwah yang relevan dengan karakter dan kebiasaan generasi muda.

Para peserta juga dikenalkan kiat-kiat membuat konten menarik, peran generasi muda dalam produksi dan distribusi konten keagamaan melalui ruang digital, mengembangkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan keislaman yang edukatif, inspiratif, relevan, dan bertanggung jawab.

"Hal tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan untuk memperkuat ekosistem dakwah digital sekaligus meningkatkan literasi keuangan haji di kalangan generasi muda," katanya.