Pengeboran dilakukan secara berarah (directional drilling) menggunakan rig BMA-16 berkapasitas 1.500 HP yang dioperasikan oleh PT Bina Mitra Artha (BMA).

Sumur ini ditargetkan mencapai kedalaman akhir 6.953 kaki terukur berarah (feetMD) atau 6.894 kaki kedalaman vertikal sebenarnya (true vertical depth/TVD).

Mawardi mengatakan, pengeboran Rayeu D-1 untuk mengonfirmasi hasil survei seismik 3D yang telah dilaksanakan sebelumnya, sekaligus membuktikan potensi hidrokarbon pada prospek Rayeu D.