Karena itu, riset perlu dihubungkan dengan kebutuhan masyarakat, pengembangan industri, dan akses terhadap produk yang aman serta bermutu. Dia pun mengajak mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk menjadi generasi ilmuwan dan pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan inovasi bagi kesehatan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam keynote speech pada The 7th International Seminar on Pharmaceutical Sciences and Technology (ISPST) 2026, Rabu (21/10).
Mengusung tema “Advancing Pharmaceutical Sciences through Sustainability and Translational Innovation”, seminar internasional ini menjadi ruang bagi akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk memperkuat peran ilmu farmasi dalam menjawab tantangan kesehatan global.
Dalam kesempatan tersebut, Taruna turut menekankan pentingnya neuroleadership, yaitu pendekatan kepemimpinan yang memanfaatkan pemahaman tentang ilmu saraf untuk meningkatkan cara berpikir, berperilaku, berkolaborasi, dan mengambil keputusan.
Menurutnya, kepemimpinan yang efektif membutuhkan integritas, tata kelola yang baik, kemampuan berpikir terintegrasi, serta keberanian mengambil keputusan berdasarkan data dan bukti ilmiah.