NADIKABAR.COM — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Pariwisata mengintegrasikan Program Desa Pangan Aman dan Desa Wisata guna menghadirkan keamanan sebagai bagian penting dalam pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan edukasi masyarakat, pelatihan pelaku usaha, dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi program menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan perlindungan dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.

"Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas penerapan keamanan pangan di desa wisata, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pangan dan kuliner lokal," kata Taruna.

Dia menjelaskan pihaknya telah menjalankan Program Desa Pangan Aman sejak 2017. Pada periode 2020 hingga 2025, program ini telah mencakup Desa Pangan Aman di 6.322 desa/kelurahan dengan hasil 31.541 kader keamanan pangan desa dilatih, 160.099 anggota komunitas diberi bimtek keamanan pangan, dan 782 sertifikat diterbitkan untuk 660 komunitas yang dibina.