NADIKABAR.COM — Kepala BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Taruna Ikrar, menghadiri pertemuan dan diskusi bersama tokoh nasional sekaligus Ketua Satuan Tugas Perumahan dan Ketua Pembina Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia (PHSI), Hashim Djojohadikusumo. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan PHSI tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PHSI yang juga diisi dengan penyerahan 30 Sertifikat Hak Milik Rumah Cahaya (Noor House) kepada para Pahlawan Terlupakan.

Dalam pertemuan tersebut, Hashim mengapresiasi kiprah BPOM yang dinilai semakin memperkuat eksistensinya di tingkat internasional. Menurutnya, Indonesia mempunyai potensi besar berupa sumber daya alam, biodiversitas, sumber daya manusia, dan pasar yang luas yang perlu ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi dan kesehatan melalui riset, inovasi, hilirisasi, investasi, serta regulasi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Indonesia membutuhkan institusi yang kuat, kredibel, dan mampu berbicara pada level internasional. Saya mengapresiasi BPOM di bawah kepemimpinan Prof Taruna Ikrar yang terus memperkuat kapasitas dan jejaring globalnya. Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan dunia usaha menjadi sangat penting agar potensi besar Indonesia dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Hashim di Menara 2 BTN, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026), dikutip dari siaran pers BPOM.

Merespons hal tersebut, Taruna Ikrar menjelaskan bahwa konsep kolaborasi ABG atau Academics, Business, Government dibangun berdasarkan pemahaman bahwa kemajuan industri obat dan makanan tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah.

Dalam konsep tersebut, akademisi memiliki peran dalam menghasilkan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Sementara itu, dunia usaha berperan dalam mendorong investasi, produksi, hilirisasi, serta menciptakan lapangan kerja. Adapun pemerintah bertugas menyediakan regulasi, kepastian hukum, fasilitasi, sekaligus memastikan perlindungan bagi masyarakat.