NADIKABAR.COM β Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Universitas Pertahanan Republik Indonesia menjajaki pemanfaatan lulusan Farmasi Unhan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia serta potensi pengembangan pendidikan farmasi dengan kekhususan pengawasan obat dan makanan.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, di Jakarta, Selasa, Unhan merupakan mitra strategis BPOM dalam membangun SDM pengawasan obat dan makanan yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga integritas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kepada negara.
Menurut Taruna, luasnya cakupan pengawasan BPOM membutuhkan dukungan SDM yang kompeten dan tangguh. BPOM saat ini melaksanakan pengawasan obat dan makanan hingga tingkat kabupaten/kota di 38 provinsi melalui 83 unit pelaksana teknis (UPT), yang terdiri atas 26 Balai Besar POM, 37 Balai POM, dan 20 Loka POM. Kondisi tersebut menuntut ketersediaan SDM yang mampu bekerja dalam berbagai karakteristik wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
βKita ingin membangun talent pipeline sejak tahap pendidikan sehingga lulusan tidak hanya memahami ilmu farmasi, tetapi juga memiliki kompetensi dan kesiapan untuk menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan,β katanya.
Taruna pun menyambut baik optimalisasi Program Sarjana Farmasi yang telah berjalan di Unhan melalui pengayaan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pengawasan obat dan makanan.