Selisih angka tersebut disebabkan oleh berbagai faktor di lapangan, mulai dari adanya usaha yang sudah tutup, tidak beroperasi, hingga duplikasi data dari sumber awal.

β€œKalau di data awal kan namanya perkiraan ya, jauh lebih besar data perkiraannya daripada yang kemarin sudah berhasil kami data, dapat 1,397 juta atau hampir 1,4 juta, kalau perkiraannya itu sekitar 1,7 juta,” ujar Agus Gede.

Sementara itu untuk sebaran wilayah dengan jumlah responden terbanyak secara absolut tercatat berada di Kabupaten Buleleng disusul Denpasar dan Badung.

Ia mengatakan selain karena jumlah penduduk yang besar di Buleleng, konsentrasi jumlah pelaku usaha terbanyak di Bali terpantau terkonsentrasi di wilayah Denpasar dan Badung.