NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menilai Bali memerlukan pemerataan sarana dan fasilitas infrastruktur untuk menangani disparitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antarwilayah, khususnya kesenjangan antara Kota Denpasar dan Kabupaten Karangasem.

"Ini salah satu PR mungkin yang harus dicermati dan bisa dicarikan solusinya agar pembangunan manusia, keluasan pilihan, kebebasan akses terhadap hasil-hasil pembangunan bisa merata di seluruh Provinsi Bali," kata Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Kamis.

Menurut dia, pemerataan infrastruktur publik seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan menjadi kunci utama untuk memperkecil ketimpangan aksesibilitas hasil pembangunan.

BPS Bali sendiri mencatat IPM Kota Denpasar pada 2026 telah mencapai 86,33, sedangkan Kabupaten Karangasem masih berada di angka 72,41 atau artinya kesenjangan kedua daerah besar bahkan cenderung melebar dari tahun sebelumnya.

Kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan ini dinilai terjadi pada seluruh komponen pembentuk IPM, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi.