Kendati demikian, menurut Ari, laju inflasi secara keseluruhan berhasil diredam oleh sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga.
"Di sisi lain, laju inflasi diredam oleh penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras akibat pasokan yang melimpah, serta emas perhiasan yang mengekor tren penurunan harga emas di pasar global. Sementara, harga beras yang sempat menjadi momok inflasi dalam beberapa bulan sebelumnya, kini mulai menunjukkan tren penurunan pada Oktober 2026," kata Ari.
Secara rinci, Ari menyebutkan sumbangan andil inflasi tahunan terbesar disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,23 persen, diikuti kelompok transportasi sebesar 0,45 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,37 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,27 persen.
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Barat, diharapkan oleh BPS Jabar, untuk terus siaga mengantisipasi potensi lonjakan permintaan menjelang libur akhir tahun, khususnya guna meredam tekanan harga hortikultura di tengah masa transisi musim.