Secara rata-rata, kata dia, level harga daging ayam ras pada September 2026 tercatat sebesar Rp45.306 per kilogram.Peningkatan harga tersebut secara rata-rata mendorong inflasi sebesar 4,61 persen, yang pada gilirannya memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen.

Selain daging ayam ras, sambung Kadarmanto, komoditas pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil inflasi secara signifikan terhadap tingkat inflasi umum pada September 2026 di DKI Jakarta, yakni cabai rawit.Secara rata-rata, level harga cabai rawit pada September 2026 tercatat sebesar Rp70.446 per kilogram. Peningkatan harga cabai rawit secara rata-rata ini pada gilirannya mendorong inflasi sebesar 17,11 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen.Selanjutnya, masih di kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang menjadi penyumbang inflasi Jakarta pada September 2026, yaitu beras."Kita memang masih berada di suasana kekeringan di musim kering, terjadi di mana-mana, dan ini berdampak memberikan impas terhadap inflasi di DKI Jakarta," ungkap Kadarmanto.Level harga beras pada September 2026 di DKI Jakarta tercatat sebesar Rp16.596 per kilogram. Harga tersebut merupakan yang tertinggi selama tiga tahun terakhir, khususnya di wilayah DKI Jakarta."Peningkatan harga rata-rata beras yang tinggi pada tiga tahun terakhir ini ternyata mendorong inflasi sebesar 0,62 persen, yang pada gilirannya memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen," tutur Kadarmanto.