Indikator lainnya yang juga perlu dipantau yakni konsumsi rumah tangga, indeks harga konsumsi (IHK) dan inflasi, ketenagakerjaan, perdagangan, pariwisata dan mobilitas, dan penyerapan belanja pemerintah.
Kadarmanto mengatakan indikator IHK dan inflasi mempengaruhi daya beli dan usaha; indikator ketenagakerjaan menggambarkan penciptaan pekerjaan dan daya beli, sementara indikator perdagangan penting dipantau karena mencerminkan aktivitas ekonomi internal atau eksternal dan kebutuhan produksi.
Adapun pariwisata dan mobilitas penting juga untuk dipantau sebab menggerakkan jasa, perdagangan, hotel, restoran dan transportasi, sedangkan penyerapan belanja pemerintah penting dipantau karena menggambarkan konsumsi pemerintah dalam menggerakkan ekonomi."Secara ringkas, ada tiga kelompok indikator untuk memotret kondisi ekonomi dan memberikan early warning berbasis perkembangan data yakni konsumsi dan daya beli, inflasi dan harga pangan, dan ketenagakerjaan dan investasi," kata Kadarmanto,
Mengenai potret ekonomi Jakarta, data BPS DKI mencatat pertumbuhan ekonomi Jakarta pada Triwulan II-2026 masih positif, yakni tumbuh 5,52 persen secara tahunan dan meningkat 1,52 persen secara triwulan.