"Sedangkan, komponen waktu kirim mengalami kontraksi di triwulan III 2026, yaitu 49,08. Artinya kondisi di triwulan III 2026 tidak lebih baik dibandingkan dengan triwulan II 2006 dari komponen waktu kirimnya," kata Edy.

Di sisi lain, BPS melaporkan perekonomian Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,47 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan III 2026, dengan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.633,2 triliun dan atas dasar harga berlaku (ADHB) Rp6.741,0 triliun.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 bila dibandingkan triwulan III 2025 atau secara tahunan sebesar 5,47 persen," kata Edy.