"Produksi padi tertinggi pada tahun ini terjadi pada Februari yaitu sebesar 14.368 ton gabah kering dan produksi terendah terjadi pada November sekitar 1.126 ton gabah kering," katanya.
Ia menyatakan total produksi padi pada 2026 diperkirakan 54.727 ton atau mengalami penurunan sebanyak 9.576 ton (14,89 persen) dibandingkan 2025 yang sebanyak 64.304 ton gabah kering, sebagai dampak musim kemarau yang panjang.
"Musim kemarau tahun ini terutama pada Agustus, Oktober dan September mengakibatkan petani mengalami kesulitan air untuk tanaman padinya, sehingga berdampak terhadap penurunan produksi padi di daerah ini," katanya.