Menurut penggunaan, impor Indonesia didominasi oleh impor bahan baku/penolong (150,57 miliar dolar AS), impor barang modal (41,55 miliar dolar AS), dan impor barang konsumsi (18,51 miliar dolar AS).
Tiongkok masih menjadi negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-September 2026, dengan nilai 76,16 miliar dolar AS (42,77 persen).
Posisi berikutnya ditempati oleh Jepang sebesar 10,04 miliar dolar AS (5,64 persen) dan Australia sebesar 8,07 miliar dolar AS (4,53 persen).
Sementara itu, surplus perdagangan nonmigas pada periode Januari-September 2026 terutama berasal dari beberapa komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewani/nabati (29,31 miliar dolar AS), bahan bakar mineral (21,42 miliar dolar AS), besi dan baja (13,95 miliar dolar AS), nikel dan barang daripadanya (9,52 miliar dolar AS), serta alas kaki (4,86 miliar dolar AS).