Lula dijadwalkan menyampaikan pidato pembukaan pada Sidang Umum PBB Selasa pekan depan, yang kemudian langsung dilanjutkan oleh Trump. Urutan tersebut kemungkinan akan mempertemukan kedua pemimpin secara terbuka meskipun belum ada agenda pertemuan bilateral resmi.
Duta Besar Carlos Bicalho Cozendey, Sekretaris Urusan Politik Multilateral Kementerian Luar Negeri Brasil, mengonfirmasi bahwa meskipun belum ada rencana pertemuan bilateral khusus, kedua presiden diperkirakan akan bertemu di New York sebagaimana yang terjadi pada sidang tahun sebelumnya.
Ketegangan diplomatik antara Brasilia dan Washington meningkat pada beberapa bulan terakhir terkait sengketa perdagangan yang belum terselesaikan, tekanan tarif, dan kebijakan keamanan.
Keadaan tersebut diperberat dengan dukungan politik terbuka Trump terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro dan putra sulungnya, Flavio.