Setelah kapasitas dan kesiapan usaha diperkuat, tantangan berikutnya adalah mempertemukan UMKM dengan pasar. Dalam hal ini, BRI memanfaatkan ekosistem nasabah dari berbagai segmen melalui pendekatan One BRI Solution, yang memungkinkan pelaku UMKM terhubung dengan nasabah korporasi maupun komersial dan membuka peluang integrasi ke dalam rantai nilai yang lebih besar.
Pendekatan tersebut juga diwujudkan melalui BRI UMKM EXPO(RT). Pada penyelenggaraan 2025, ajang tersebut menghadirkan lebih dari 1.000 UMKM dan berhasil merealisasikan commitment deal melalui business matching sebesar USD90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun. Kegiatan tersebut juga mempertemukan UMKM dengan 506 pembeli terdaftar dari 34 negara.
Dippo mencontohkan potensi tersebut melalui pengembangan UMKM di sektor perikanan dan industri kayu di Jawa Timur. Menurutnya, BRI tidak bekerja sendiri dalam membuka akses pasar internasional, melainkan memanfaatkan ekosistem nasabah korporasi dan komersial yang telah memiliki hubungan bisnis dengan buyer di berbagai negara.
“Ketika mereka berhasil menjual produknya, mereka tidak sendiri. BRI tidak memberikan akses itu sendiri. Kita menggunakan nasabah-nasabah korporasi dan komersial kita yang kebetulan juga memiliki buyer di negara-negara tersebut. Jadi kolaborasi ini contohnya,” kata Dippo.