โ€œSebelum jembatan ini dibangun, masyarakat kami, khususnya anak-anak sekolah, harus menyeberangi sungai untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut tentu memiliki risiko dan menjadi kendala, terutama ketika debit air sungai meningkat. Dengan hadirnya jembatan ini, kami berharap mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah, aman, dan lancar. Anak-anak dapat pergi dan pulang sekolah dengan lebih aman, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi maupun sosial tanpa harus lagi menghadapi kesulitan menyeberangi sungai,โ€ ungkap Dadan.

Desa Kemang dihuni sekitar 7.000 jiwa yang tersebar di tiga dusun, enam Rukun Warga (RW), dan 37 Rukun Tetangga (RT). Wilayah Desa Kemang yang dilalui Sungai Cihea dan Sungai Cikupa, keberadaan jembatan berperan penting dalam mendukung mobilitas warga antarkampung. Jembatan gantung tersebut memiliki kapasitas sekitar 10 hingga 20 orang dan dapat dilalui kendaraan roda dua.