“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh insan BRI dalam menjalankan transformasi perusahaan. Kami ingin terus memperkuat peran BRI, bukan hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler yang mendukung pelaku usaha sejak tahap awal, mengembangkan skala bisnisnya, hingga mampu naik kelas. Bagi kami, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan penguatan fundamental dan penciptaan nilai bagi masyarakat,” ujar Hery.

Sejalan dengan hal tersebut, kinerja BRI sepanjang semester pertama 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kinerja ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga profitabilitas di tengah transformasi bisnis yang terus berjalan, sekaligus memperkuat fondasi untuk pertumbuhan yang lebih sehat dan berkualitas ke depan.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1.645,5 triliun, meningkat 16,2% YoY. Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh penyaluran kredit kepada segmen UMKM yang mencapai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6% YoY.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penguatan ekosistem Holding Ultra Mikro yang hingga Juni 2026 telah melayani sekitar 33,8 juta nasabah pinjaman dan mengelola 166,3 juta rekening simpanan, serta mendorong 2,3 juta debitur naik kelas. Melalui integrasi layanan keuangan dan pemberdayaan, ekosistem ini terus membuka peluang bagi pelaku usaha ultra mikro untuk memperoleh akses pembiayaan formal, meningkatkan kapasitas usaha, dan berkembang ke segmen usaha yang lebih tinggi.