Sama seperti jalan raya dan pelabuhan pada era industri, jaringan telekomunikasi kini menjadi infrastruktur dasar bagi ekonomi digital.

Pesan tersebut terlihat jelas dalam berbagai agenda BRICS yang menyoroti pembangunan digital public infrastructure, adopsi AI, penguatan ketahanan ekonomi, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan masyarakat. Semua tujuan tersebut memiliki satu syarat utama, yaitu tersedianya konektivitas yang kuat dan merata.

Selama bertahun-tahun, telekomunikasi sering kali dianggap hanya sebagai penyedia "pipa" untuk menyalurkan data. Nilai ekonomi terbesar dianggap berada pada aplikasi digital, platform e-commerce, media sosial, atau layanan keuangan digital. Namun kenyataannya, seluruh layanan tersebut tidak akan dapat beroperasi tanpa jaringan yang mampu menghubungkan miliaran pengguna secara bersamaan.

Bayangkan jika jaringan internet berhenti beroperasi selama satu hari penuh. Aktivitas perbankan digital akan terganggu. Transaksi e-commerce akan terhenti. Proses belajar daring akan terhambat. Sistem logistik akan mengalami gangguan. Bahkan komunikasi antarinstansi pemerintah dan perusahaan dapat terdampak. Situasi ini menunjukkan bahwa konektivitas telah berubah menjadi kebutuhan ekonomi yang sangat mendasar.