Menurut dia, pengembangan platform tersebut masih memerlukan penguatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat dan dunia usaha di Kalimantan Timur.

Hasil riset tersebut pun telah pihaknya paparkan melalui seminar akhir yang digelar di kantornya Selasa (13/10). Dalam seminar yang dipandu moderator Muhammad Setiawan Prabowo dari Brida Kaltim ini, para periset turut memberikan masukan terhadap hasil pengembangan platform tersebut.

Pembahasan mencakup penguatan fitur, manfaat bagi masyarakat, potensi integrasi data, serta peluang pengembangan dan penerapan Etam-Go.

"Masukan tersebut tentu menjadi bagian penting untuk menyempurnakan hasil riset, sebelum platform dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan secara lebih luas," ujar Ipit.