NADIKABAR.COM β€” Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengembangkan platform digital Etam-Go untuk memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja sekaligus membantu dunia usaha memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan.

β€œPengembangan inovasi berbasis teknologi perlu diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah, termasuk tantangan ketenagakerjaan dan pengangguran,” kata Kepala Brida Kaltim Fitriansyah di Samarinda, Rabu.

Dalam hal ini, pihaknya telah melakukan Kolaborasi Riset dan Inovasi Strategis (KRIS) bertajuk "Pengembangan Platform Etam-Go: Perangi Pengangguran Solusi Inovatif Peningkatan Ekonomi Daerah". Riset dilakukan bersama Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi melalui platform Etam-Go diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan peluang pekerjaan secara lebih efektif. Inovasi tersebut juga diharapkan mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.

Pengembangan Etam-Go merupakan salah satu upaya mendorong pemanfaatan hasil riset untuk menjawab persoalan nyata pembangunan, terutama dalam memperluas akses informasi ketenagakerjaan.

Pengembangan Etam-Go sebagai platform digital, dirancang untuk membantu mengatasi persoalan pengangguran, yakni diharapkan memudahkan masyarakat mendapatkan informasi mengenai kesempatan kerja.

"Pada saat bersamaan, dunia usaha juga dapat memanfaatkan platform tersebut untuk menemukan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja," kata Ipit, sapaan akrabnya.

Melalui pendekatan digital, Etam-Go berpotensi menjadi penghubung antara pencari kerja dan pemberi kerja, sehingga informasi mengenai peluang kerja dapat diakses secara lebih mudah.

Menurut dia, pengembangan platform tersebut masih memerlukan penguatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat dan dunia usaha di Kalimantan Timur.

Hasil riset tersebut pun telah pihaknya paparkan melalui seminar akhir yang digelar di kantornya Selasa (13/10). Dalam seminar yang dipandu moderator Muhammad Setiawan Prabowo dari Brida Kaltim ini, para periset turut memberikan masukan terhadap hasil pengembangan platform tersebut.

Pembahasan mencakup penguatan fitur, manfaat bagi masyarakat, potensi integrasi data, serta peluang pengembangan dan penerapan Etam-Go.

"Masukan tersebut tentu menjadi bagian penting untuk menyempurnakan hasil riset, sebelum platform dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan secara lebih luas," ujar Ipit.