NADIKABAR.COM β Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pemanfaatan riset, teknologi, dan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif Indonesia dan memperkuat daya saing pelaku usaha kreatif di pasar global.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, integrasi antara ilmu pengetahuan tradisional, warisan budaya, talenta kreatif, dan kemampuan riset dapat membuka peluang penciptaan nilai ekonomi yang lebih besar bagi industri kreatif nasional.
βDengan menghubungkan kekuatan negara ini dengan kemampuan penelitian dan teknologi, kita dapat memperkuat daya saing industri kreatif dan meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi,β ujarnya dalam Plenary Session World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis.
Arif mengatakan BRIN menyiapkan tiga arah strategis untuk mendukung penguatan ekonomi kreatif Indonesia. Pertama, memperkuat usaha kecil, usaha mikro, dan perusahaan rintisan melalui riset dan inovasi agar teknologi semakin mudah diakses oleh pelaku usaha, termasuk bisnis kreatif.
Pemanfaatan teknologi diharapkan membantu pelaku usaha mengembangkan kualitas produk sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan demikian, hasil riset dapat memberikan manfaat langsung bagi pengembangan bisnis dan peningkatan nilai tambah produk.
Kedua, BRIN mendorong penguatan kolaborasi riset dan inovasi dengan industri dalam negeri, termasuk industri strategis dan badan usaha milik negara (BUMN). Kolaborasi tersebut ditujukan untuk menghubungkan kapasitas penelitian dengan kebutuhan industri sekaligus mempercepat adopsi teknologi.
Ketiga, BRIN berupaya meningkatkan kemampuan riset nasional agar Indonesia tidak hanya mengadopsi teknologi yang telah dikembangkan pihak lain, tetapi juga mampu membangun kapasitas teknologi secara mandiri.
βKetiga langkah tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni mengubah pengetahuan ilmiah menjadi nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Dalam prosesnya, pengembangan inovasi juga perlu melibatkan para pencipta, pelaku budaya, dan masyarakat,β katanya.
Arif menambahkan, penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis inovasi menjadi bagian dari agenda strategis riset dan inovasi nasional. Ekosistem tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi industri kreatif, mempercepat pertumbuhan bisnis berbasis riset, serta mendorong pemanfaatan teknologi yang berkembang.
Melalui pendekatan tersebut, potensi kreativitas dan kekayaan intelektual Indonesia diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk yang kompetitif secara global, tanpa menghilangkan identitas budaya yang menjadi sumber keunikannya.