"Keberadaan IDSL/PUMMA sangat dekat dengan sumber potensi tsunami, sehingga bisa cepat mendeteksi. Keberadaannya juga menjembatani PVMBG dan BMKG dalam monitoring dan peringatan dini volcano-tsunami di Selat Sunda," ujar Semeidi dikutip dari laman BRIN.
Sistem ini diklaim lebih baik dibandingkan sistem yang dipakai pada 2018 lalu. Kini, sistem sudah didukung penuh jaringan seluler GSM Telkomsel ditambah dengan peran Satelit Telekomunikasi di sekitar Krakatau.
"Sehingga masyarakat atau nelayan bisa melaporkan langsung kondisi di sana," Semeidi.
Berdasarkan hasil pemantauan, Arif memastikan tidak ada potensi tsunami sejauh ini. Ia mengklaim alat yang digunakan BRIN dalam memantau berfungsi dengan baik.