Sebelumnya, tingkat PM 2,5 di Sumatera Selatan menunjukkan kondisi polusi yang berbahaya. Namun, angkanya mulai mengalami penurunan signifikan sejak 24 Oktober 2026, setelah pelaksanaan OMC dilakukan lebih intensif setelah 16 Oktober 2026.
Selain kualitas udara, peningkatan curah hujan juga mulai terlihat sejak 24 Oktober. Sementara itu, jarak pandang yang sebelumnya sempat berada di bawah 300 meter kini meningkat hingga mendekati 8.000 meter atau sekitar 8 kilometer. Kondisi ini menunjukkan jarak pandang telah kembali mendekati normal.
"Sekarang ini, kondisi di Sumatera Selatan, hujan sudah turun setiap hari. Kita bersyukur bahwa langkah yang sudah dilakukan oleh tim, tentu didukung oleh pemerintah daerah dan pemerintah provinsi yang juga sudah bekerja keras untuk menyukseskan kegiatan OMC ini," ujar Arif.
Ke depan, Arif mengatakan, BRIN juga akan mengembangkan pelaksanaan OMC dengan memanfaatkan teknologi baru bernama Dumakron, yaitu garam (NaCl) berukuran 2–5 mikron atau sangat kecil, yang akan disebarkan menggunakan pesawat nirawak (drone). Teknologi ini direncanakan untuk digunakan dalam operasi di Kalimantan dan diharapkan membuat pelaksanaan OMC lebih hemat biaya, efisien, dan efektif.