Arif mengatakan teknologi kunci sudah mulai disiapkan seperti motor roket RX 450, sistem separasi, sistem kontrol, hingga telemetri. Persiapan ini pun dimatangkan lewat riset agar peta jalan solid dan realistis.
"Peta jalan tersebut disusun berdasarkan asumsi dan tingkat penguasaan teknologi pada saat itu. Setelah dilakukan evaluasi, setiap tahapan perlu dipastikan dapat dikuasai dengan baik, terutama dalam mendukung pencapaian dan perolehan data yang dibutuhkan," kata Arif.
Pada 2026, tim BRIN tengah merampungkan desain roket dua tingkat secara keseluruhan. Kemudian, dilanjutkan dengan review desain kritis roket dua tingkat, uji statis motor roket berperforma tinggi dan uji terbang sistem separasi pada 2027.
Tahapan akan berlanjut pada 2028 yakni dengan uji terbang roket tingkat pertama dan kedua secara terpisah. Menurut Arif, rencana ini merupakan bagian dari kemandirian teknologi roket nasional.