NADIKABAR.COM β€” Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua menargetkan swasembada beras di wilayah setempat bakal dilakukan dalam dua hingga tiga tahun melalui penerapan sistem pertanian modern yang didukung teknologi dan mekanisasi.

Kepala BRMP Papua Aser Rouw di Jayapura, Jumat, mengatakan penerapan pertanian modern tersebut dilakukan melalui pendekatan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) untuk meningkatkan populasi tanaman sekaligus produktivitas padi.

β€œSeperti diketahui petani di Papua masih kurang paham terkait pertanian moderen oleh sebab itu kami terus melalukan sosialisasi dan edukasi terkait PMAAS," katanya.

Menurut Aser, dengan pendekatan PMAAS tersebut ini maka pemupukan dapat terukur sehingga menghasilkan hasil panen lebih banyak.

"Pada Kamis (1/10) kami melakukan panen padi di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura di mana dalam kegiatan tersebut petani berhasil memanen sebanyak delapan ton per hektare dengan luas sawah dua hektare," ujarnya.

Dia menjelaskan capaian itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata produksi padi di Papua yang berada di kisaran lima ton per hektare.

"Untuk itu penerapan teknologi, penggunaan benih unggul, pemupukan yang terukur, serta mekanisasi secara optimal masih membuka peluang peningkatan produktivitas hingga 10–12 ton per hektare," katanya.

Dia menambahkan Papua memiliki lahan sawah baku sekitar 1.807 hektare, di luar lahan yang saat ini masih dalam proses pencetakan sawah.

Dan jika dioptimalkan maka seluruh lahan sawah tersebut maka berpotensi menghasilkan lebih dari 5.000 ton beras sehingga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat di Papua.

"Kami menekankan pencapaian swasembada beras membutuhkan kolaborasi BRMP dengan pemerintah provinsi dan kabupaten, Badan Pusat Statistik (BPS), Perum Bulog, serta pemangku kepentingan sektor pertanian lainnya," ujarnya.